SYARAT SEORANG MUFASSIR (AHLI TAFSIR)

 
 
SYARAT SEORANG MUFASSIR (AHLI TAFSIR).
①AKIDAH YANG BENAR.
Karna akidah sang mufassir sangat mempengaruhi dalam karyanya,sehingga sangat dibutuhkan untuk mengetahui akidahnya agar tak tersesat.
Seperti akidah Mujassimah (Allah itu berbentuk) dan Musyabbihah(Allah itu menyerupai makhluk) yang nyata-nyata sesatnya. ②SUNYI DARI HAWA NAFSU.
Karna orang yg dikuasai hawa nafsu bisa menolak terhadap pendapat sebenarnya, sehingga pemikirannya akan menenggelamkan manusia dengan kata-kata lembut dan salahnya penjelasan.
Seperti nafsunya kaum Qadariyah, Jabariyah, Mu’tazilah dan Rafidhoh

③MENGAWALI TAFSIR AL-QURAN DENGAN PENJELASAN AL-QURAN.
Karna terkadang ayat satu dengan lainnya berbeda tempat, dan kadang pula ayat satu mempunyai makna sempit namun diayat lain sangat terperinci dan gamblang.

④MENCARI DAN MEMBANDINGKAN DENGAN HADITS.
Karna fungsi hadits salah satunya adalah penjelas al-Quran.

⑤MENGAMBIL PENDAPAT SHAHABAT BILA TAK DITEMUKAN PADA AL-QURAN ATAU HADITS.
Karna shahabat nabi lebih mengetahui tanda-tanda dan keadaan waktu turunya al-quran. Bahkan mereka mempunyai kefahaman yg sempurna, ilmu yg lurus dan amal yg baik pula.

⑥MEMAKAI PENDAPAT PARA IMAM BILA TAK DITEMUKAN PADA AL-QURAN, HADITS DAN SHAHABAT.
Imam disini adalah para tabi’in (pengikut shahabat).
Seperti Mujahid ibn jabr, Sa’id bin jubair, Ikrimah, Atha’ bin abi rabbah, Al-hasan basri, Masruq bin al-ajda’, Sa’id bin musayyab, Ar-rabi bin anas, Qatadah, Ad-dahak ibn muzahim dll.

⑦MENGETAHUI BAHASA ARAB DAN CABANG-CABANGNYA.
Karna al-quran diturunkan memakai lisan arab,mau tak mau harus menguasai fan Nahwu, Sharaf, Balagoh (Ma’ani, Badi’, Bayan), maka tentulah seorang mufasir harus menguasai fan ini.

⑧MENGUASAI ILMU USHUL YANG BERKAITAN DENGAN AL-QURAN.
Seperti menguasai Qira’at yang karnanya mampu mengetahui tata cara mengucapkan al-quran dan mengetahui kelebihan diantara lainnya. dan menguasai fan Tauhid yang karnanya tidak menta’wil ayat al-quran yang ada kaitannya dengan Allah dan sifat-sifatNYA dengan ta’wil yang tak patut bagi Allah. Dan juga mengetahui pokok tafsir seperti Asbabunnuzul, Nasikh mansukh, Mujmal muqayyad dll.

⑨MEMPUNYAI KEFAHAMAN YANG KUAT.
Karna dengan ini mampu mengunggulkan makna satu dan lainnya, atau mampu mengambil hukum makna yang cocok beserta nash-nash syariat.

Inilah ringkasan uraian Ulama tentang syarat-syarat seorang mufassir. Maka bukanlah dikatakan mufassir bila syarat diatas tak terpenuhi. Apalagi mereka yang hanya memakai atau belajar terjemah.
Allah wa rasuluh a’lam.

About wahyuboez

Saya hanyalah newbie dalam dunia perblogkan yang ingin juga ikut berbagi tentang apapun yang bisa saya bagikan, dan semoga saja apa-apa yang akan saya posting pada blog saya yang sederhana ini bisa ada manfaatnya buat para pembaca yang berkenan mampir diblog saya ini.

Posted on April 8, 2012, in SYARAT SEORANG MUFASSIR and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: